Mencermati

Kehidupan tidak hanya dilewati begitu saja, Pelajari Masa Lalu

Rencakan

Merencanakan segala hal untuk kehidupan di masa mendatang

Berpikir

Menimbang, baik dan buruk dari setiap keputusan

Mencatat

Tulis semua impian, buka lah kembali ketika tak punya mimpi

Pukulan

Terkadang, semuanya jadi berantakan. Tak perlu menjadikannya menjadi sebuah penyesalan

Monday, June 18, 2012

Fenomena Jejaring Sosial

Jejaring sosial, sebuah media berbasis internet yang sekarang sangat diminati oleh masyarakat. Kebanyakan orang, ane pikir udah punya akun pribadi masing - masing, ga tanggung - tanggung "virus" ini udah menjalar dari anak - anak sampe orang dewasa. Mungkin, jejaring sosial ini udah jadi gaya hidup yang ga bisa dihindari pada masa sekarang ini. Dari mulai Facebook, Twitter, Google +, Flicker, Thumblr ataupun yang lainnya. Seperti ada keharusan buat memiliki akun jejaring sosial, soalnya bisa dilihat kalo kebanyakan orang zaman sekarang lebih seneng berinteraksi melalui jejarng sosial daripada melalui sms ataupun telephone. Apalagi pas facebook sekarang udah ngasih layanan ga berbayar untuk semua operator, terang saja ini ngejadiin publik makin antusias buat terus berdiam diri cuman jadi pengamat status ataupun TL ( Timeline ).



Meskipun banyak manfaat dari jejaring sosial itu sendiri, salah satunya buat ngedeketin kembali orang - orang yang dulu pernah kita kenal pada zaman dulu tapi ada beberapa aktivitas di jejaring sosial yang Ane    ( khususnya ) tidak suka, termasuk juga mungkin Agan / Aganwati semuanya. 

REQUEST
Pas pertama kali login, mungkin kita bakal sedikit kebingungan liat "notifications" yang begitu banyak, dan ketika kita buka isinya cuman kumpulan dari request game. Apa maksudnya coba ? Mending kalo emang kita maenin game yang sama, atau ngirimnya sekali - kali sih ga masalah. Tapi, kalo ngirimnya tiap hari kan pusing juga. Apalagi kalo kita bukanya di HP, aduh bingung deh tuh liat notif yang kebanyakannya cuman request game doang.

INVITE "FAN PAGE"
Kasusnya sih, ga jauh beda sama yang diatas yaitu menuhin notif doang. Tapi, kalo yang satu ini malah lebih parah. Soalnya kita disuruh ngelike fan page ( halaman ) yang belum tentu kita suka. Maklum lah, sekarang udah banyak orang yang bikin fan page tapi kebanyakan dari fan page itu gak tau nantinya bakalan jadi fan page apaan. Apakah jadi fan page, yang emang bisa bikin kita nambah wawasan, hiburan ataupun hal lain yang bisa bermanfaat buat kita ato cuman fan page gak jelas yang cuman menuhin notif sama menuhin tampilan di "home" ( beranda ). Buat yang satu ini Ane juga pernah, tapi fan page yang dibuat adalah bagian dari blog ini. Jadi, jika nanti kalo ada artikel yang baru saja Ane tulis ( tapi bukan artikel yang berisi cerita ) sekiranya bermanfaat maka akan di publish di fan page yang nantinya bisa langsung di baca di blog ini. Tapi, kalo cuman tulisan biasa doang gak akan di share di fan page. Kasian juga kan yang punya fb nanti cuman dipenuhin sama postingan yang ga mutu.
 
"KEBELET" EKSIS
Nah, buat yang satu ini yang paling ga demen nih. Ada beberapa orang yang sengaja buat "nyambungin" jejaring sosial yang satu ke jejaring sosial yang lain. Misalnya, aktivitas mereka di twitter mereka share juga di facebook. Nah, apa ga menuhin tampilan di "home" orang tuh ? Apalagi kalo misalkan "user" nya tuh yang "gila" jejaring sosial, udah deh semua di borong sama dia. Dan gak ada lapak buat updatean orang lain. Semua orang juga punya akun jejaring sosial lebih dari satu, tapi kebanyakan gak nyampah di tempat orang kayak yang beginian. Ane pikir nih orang kayaknya "KEBELET" EKSIS soalnya (mungkin) biar orang lain tau, dia tuh punya banyak akun. Padahal ga gitu juga kan ? Twitter ada tempatnya, FB ada tempatnya, Google + ada tempatnya, intinya semua jejaring sosial ada tempatnya. Kalo gado - gado di campur" emang iya enak, kalo jejaring sosial di campur" malah pusing juga liatnya. Kayaknya, orang - orang model gini salah ngartiin, antara share "berbagi" sama "nyampah". Emangnya ni jejaring sosial, yang make cuman dia doang ? :P

Itu mungkin, cuman sebagian dari aktivitas di fb ato jejaring sosial lainnya yang ane alamin. Belum lagi, kalo ada yang jualan, aduh makin males dah. Mending kalo ga di tag, nah ini kita beli juga enggak, minat juga enggak, notif malah penuh sama yang jualan. What The Hell ?!. Pasti agan - agan juga ngalamin hal lain yang gak enak masalah jejaring sosial, tapi ga enak juga kan kalo maen remove / unfollow gitu aja.

Intinya gini gan, jejaring sosial itu kan banyak yang make dan alangkah baiknya kalo emang di pake secara bijak. Emang bener, kalo misalkan jejaring sosial itu milik pribadi dan bebas di gunain. Walaupun emang sah ngelakuin yang kayak begituan, tapi kan ini juga ada hubungannya sama orang lain. Belum tentu mereka seneng, sama apa yang kita lakuin. Jadi bersikap bijaklah, gak perlu ngelakuin hal - hal yang terlalu berlebihan. Kalo mau eksis, silakan eksis tapi jangan jadi NARSIS. Tapi, itu semua kembali lagi kepada agan - agan sekalian. Ini cuman pandangan ane aja. It's About Your Way ^_^

Saturday, June 16, 2012

Photo Anak "LUAR BIASA"

Anak yang "LUAR BIASA", Mampukah kita ? ^_^


Wednesday, June 13, 2012

PENGAMEN JUGA MANUSIA !!!

Terkadang ada beberapa orang yang kurang begitu suka dengan kehadiran para pengamen, mungkin karena penampilan mereka yang sedikit kurang rapih ataupun merasa terganggu ketika berhenti di lampu merah. Ya wajar saja, kebanyakan orang memang terkadang hanya menilai dari penampilan luar saja dan saya sendiripun pernah merasakan hal yang sama. Berbeda ketika bertemu dengan orang – orang berdasi dan pakaian serba rapi, meski tak tahu siapa yang penting bersikap sopan itu wajib hukumnya.


Saya juga dulu pernah merasakan jadi pengamen, mencari uang dengan bernyanyi dari satu toko ke toko yang lain, mengetuk dengan nada gitar dari rumah yang satu ke rumah yang lainnya. Tidak ada perasaan malu sama sekali, karena kami bekerja dengan memberikan suguhan yang bisa di nikmati. Berbeda dengan orang – orang yang hanya berdiam diri duduk di trotoart, setidaknya ada hal yang kami lakukan terlepas mereka memberikan bayaran atau malah terjadi pengusiran ketika selesai mengamen. Tapi, disanalah letak keasyikan dari mengamen itu sendiri. Seperti di kutip dari salah satu lagu Iwan Fals – Seperti Matahari “ Memberi itu terangkan hati “, mendapat bayaran bukanlah tujuan utamanya bagi saya tetapi menghibur secara live dan spontan.

Sebetulanya banyak potensi terpendam yang sayang jika tidak dikembangkan dari para pengamen, apalagi ketika saya berselancar di Youtube dan menonton beberapa video dari para pengamen yang sangat luar biasa. Tidak hanya musik yang mereka sajikan, tetapi ada beberapa keahlian yang tidak dimiliki oleh para pengamen biasanya. Baik itu dari cara memainkan musik maupun lirik – lirik lagu yang di buat menarik, baik itu menjadi sebuah lagu yang romantis, agamis, nasionalis, politis, pluralis, realistis bahkan miris.
2 dari sekian banyak video yang cukup membuat saya senyum – senyum sendiri ketika menikmatinya. Video pertama adalah hasil karya anak kecil berpakaian SD yang mengaransemen ulang lagu Koes Plus – Kolam Susu dan diganti dengan lirik yang begitu realistis terjadi di Indonesia pada masa – masa sekarang ini. Dan lihatlah, kedua anak ini begitu asyik dan keahlian di atas rata – rata memainkan ukulele ( gitar kecil ) dan juga gendang dari pipa paralon ( entah apa namanya ? ) tetapi dengan peralatan yang sederhana ini mereka berhasil memberikan performance yang menghibur. Silakan buffering ^_^

Video yang kedua adalah pengamen asal Jogja, yang sedang perfomance di atas sebuah rombongan bus karya wisata ( sepertinya ). Kedua pengamen ini sedang ingin curhat tentang nasibnya berdua, mulai dari kehidupannya menjadi seorang pengamen, dan kritikan terhadap realita yang terjadi di Indonesia. Tapi, meski demikian selalu saja ada guyonan yang di selipkan di sela – sela lagu yang mereka mainkan dan itu tentu sangat menghibur para penumpang. Biar tidak penasaran, saya sudah siapkan videonya di bawah ini. Silakan buffering ^_^

Sebetulnya, masih banyak video – video dari para pengamen yang sangat berbakat. Hanya saja, tidak mungkin saya memasukan semuanya di sini. Jika berkenan, silakan saja ikuti tautan video di atas dan nantipun akan ada video yang serupa. Dan satu hal yang perlu di tiru dari para pengamen adalah ketika mereka hendak mengakhiri performance selalu menyempatkan memberikan doa. Seperti halnya, video di atas tadi meski di ikuti dengan kata – kata seperti ini “ Seribu – seribu tidak apa – apa, yang penting memberi daripada tidak sama sekali “. Dan itu sangat wajar, karena mereka sedang bekerja meskipun itu (mungkin) bukan mata penceharian yang mereka dambakan sebetulnya. 

Pesan saya hanyalah satu, jika Anda bertemu dengan pengamen perlakukanlah mereka sebagaimana memperlakukan manusia pada umumnya. Mereka hanya mencari nafkah untuk melanjutkan hidupnya, hanya saja nasib mereka tidak sebaik mereka yang berdasi. Dan jika Anda mempunyai rezeki yang lebih, tak ada salahnya berbagi. Sekali lagi It’s AboutYour Way ^_^

Monday, May 28, 2012

Bersungguh - sungguh atau Bersabar ? Benarkah Allah Tidak Adil ???

Banyak orang mengatakan “ Man Jadda Wajadda “ yang merupakan salah satu dari hadits Rasulullah S.A.W dan kurang lebih artinya adalah “ Siapa yang bersungguh – sungguh, maka akan mendapatkannya”. Atau ada juga yang mengatakan “ Buah Sabar itu Manis ” sebagai ungkapan yang ada kaitannya dengan proses hidup yang dijalani manusia. Dan sampai sekarang saya tidak pernah tahu seperti apa rupa dari buah itu dan seberapa manis buah itu sebetulnya ? Ataukah mereka hanya mengada – ngada buah itu saja ? Seperti halnya buah holdi yang di makan oleh Siti Hawa dan hingga sekarangpun masih menjadi misteri. Lalu mana yang benar ? Orang yang bersungguh – sungguhkah atau justru orang yang bersabar ? Yang nanti akan lebih dulu menuju pada gerbang kesuksesan dan pada akhirnya akan mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Di dalam Al – Quran Surat Ar – Ra’du ayat 11 di katakan bahwa “ Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia”. Kebanyakan orang hanya “sekedar” tahu penggalan ayat yang di garis bawahi saja dari ayat ini dan tidak membaca isi dari semua ayat tersebut. Dan pengetahuan atas ayat ini sudah begitu menjalar dan berkembang sangat pesat sehingga menjadi “trend” yang tidak asing lagi. Disana juga dikatakan bahwa “Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya “. Dan jika kita membaca hingga tuntas ayat ini, maka persepsi yang mengatakan bahwa kita lah yang sebetulnya menentukan nasib kita sendiri itu akan hilang. Dan muncul satu pertanyaan baru, “ Jika yang menentukan keadaan itu adalah diri kita sendiri, lantas kenapa jika Allah menghendaki keburukan kita tidak dapat menolaknya ? ”. 

Sebagai mahluk intelektual yang diberikan akal oleh Tuhan, kini bukan saatnya lagi kita hanya menjadi “pengikut” dan  mengiyakan perkataan orang lain ( saja ). Tetapi, kita harus bisa berfikir lebih mendalam atas semua yang kita dapatkan dari perkataan mereka. Fenomena kata – kata bijak ataupun kata – kata motivasi bagi sebagian orang yang mereka dapatkan di dunia maya dan khususnya di jejaring sosial mungkin bisa dijadikan satu credit point untuk di jalankan kehidupan nyata. Itu terbukti dengan hampir kebanyakan orang, membuat status ( FB ) dan tweet ( Twitter ) yang dominan dengan 2 hal tersebut. Dan juga, munculnya berbagai tokoh motivator baik itu yang berbau islami, bisnis, bahkan cinta sekalipun. Terlebih, mereka itu adalah orang – orang yang memang pakar dan sudah berhasil di bidangnya. Siapa yang tidak kenal Mario Teguh ? Bob Sadino ? Andrie Wongso ? Aa Gym ? Arifin Ilham ? Robert Kiyosaki ? dan Bill Gates?. Mereka adalah sebagian dari banyak tokoh yang sering memberikan ceramah online di dunia maya. Dan Mario Teguh mungkin yang paling banyak digemari, terbukti dengan hanya dalam waktu beberapa detik saja status yang beliau buat itu bisa mendapatkan ratusan bahkan ribuan “like” dan komentar. Sayapun sampai tidak habis pikir kepada mereka yang memberikan kedua hal tersebut dengan waktu yang sangat singkat, apakah mereka benar – benar memahami maksud dari kalimat yang mereka baca, ataukah hanya sekedar memberikan “jempol” dan berkata “SUPER”. Mereka bisa berkata seperti itu karena mereka sudah sukses di bidangnya. Bayangkan ketika mereka hanyalah manusia biasa seperti kita, apakah kita masih mau mendengarkan ceramah dan menjadi pengikutnya ? Mungkin mereka akan bernasib sama seperti teman atau orang di sekitar kita, yang hanya akan dijadikan sebagai bahan tertawaan atas apa yang mereka ajarkan kepada kita. Karena mereka juga mempunyai nasib yang tidak jauh berbeda.



Pernahkah kita berpikir ? bahwa apa yang mereka katakan sebetulnya tidak bisa diimplementasikan pada kehidupan kita ? Karena setiap orang memiliki kekhasakan tersendiri, pola pikir, adat, adab, watak, sifat, serta berbagai hal yang hanya dapat dirasakan oleh individu itu sendiri dan itu sangatlah privasi. Atau lebih simpelnya, apa yang mereka katakan itu hanyalah sebuah “penciptaan motivasi saja” kepada kita, dan mereka pada kesehariaannya juga tidak bisa melaksanakan hal serupa. Karena jika memang mau, setiap orang bisa membuat kata – kata bijak tetapi itu pada kenyataannya semua tidak pernah mereka lakukan. Seperti halnya ( mohon maaf ), misalkan ada satu kejadian dimana salah satu dari anak Pak Mario Teguh memecahkan gelas di dapur. Mungkinkah beliau akan berkata seperti ini “Anakku yang baik hati, gelas itu gunanya untuk minum bukan untuk dipecahkan. Sekarang, lekaslah bersihkan pecahan gelas tersebut dan ambil gelas yang baru ”. Itu mungkin saja, tetapi butuh kelapangan hati yang sangat kuat dan juga pengendalian emosi yang sudah sangat terampil untuk mengatakan hal seperti itu. Tetapi, ketika keadaan Pak Mario Teguh sedang lelah, habis pulang kerja, banyak pikiran mungkin kata – katanya akan seperti ini “Kamu, kenapa gelasnya dipecahin ? Gelas itu buat minum, bukan buat dipecahin ! Cepet beresin, lain kali pake gelas plastik saja !!!” Dan hal tersebut sangatlah wajar, karena manusia terkadang khilaf dan tidak dapat mengontrol emosinya. Sekali lagi, ini hanya perumpamaan saja. Atau, pernahkah kita membaca sebuah kutipan “Hidup Ini Tak Seindah Kata – Kata Mario Teguh”. 
 
Dan memang betul, terkadang yang dikatakan Pak Mario Teguh itu terkesan terlalu memberikan angin segar. Karena pada kenyataannya, tidak mudah untuk bersikap baik dan bijak ketika kita dihadapkan pada suatu permasalahan. Mungkin, kita bisa mengatakan baik – baik saja tetapi kita tidak dapat membohongi hati atas apa yang kita rasakan sebenarnya. Karena hidup ini adalah milik kita, dan kita yang lebih tahu tentang yang kita alami dan rasakan.

Kembali lagi pada pertanyaan di atas, siapakah orang yang benar dan akan menuju pada gerbang kesuksesan, orang yang bersungguh – sungguh ataukah justru orang yang bersabar ? Untuk tahu jawabannya, mari kita kaji 3 paragraf terakhir. Berawal dari Surat Ar – Ra’du ayat 11, ada 2 ayat yang jika kita baca secara sepintas saling bertolak belakang. Di satu ayat, kita lah yang menentukan nasib, tetapi pada lanjutan ayatnya justru Allah lah yang seakan – akan menentukan nasib kita. Lantas, bagaimana kita menafsirkannya ? Pada kutipan yang pertama dikatakan bahwa “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”. Disini jelas di di katakan bahwa kita lah yang menentukan nasib kita sendiri. Memang, secara langsung kitalah yang menentukan nasib itu karena kita sendiri yang menjalankannya di dunia. Tetapi, ada makna terselubung yang harus diperhatikan yaitu bahwa ayat ini mengajarkan kepada kita untuk selalu tetap berusaha mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik. 

Seperti halnya induk ayam yang terkadang membiarkan anaknya mencari makan, bukan berarti dia tidak menyayangi anaknya tetapi ini justru mengajarkan tentang kehidupan. Bagaimana kita bisa belajar menjadi pribadi yang mandiri dan bertahan untuk hidup. Tidak selamanya kita bisa bergantung pada orang lain, ada saat dimana kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri. Percaya atau tidak, yang paling peduli pada kita adalah diri kita sendiri. “I Care My Self by My Self” itu lah yang harus kita sadari dan saya selalu mengatakan hal ini untuk menyadarkan diri saya agar tidak terlalu bergantung pada orang lain. Teman dan keluarga mungkin selalu ada untuk membantu, tetapi setiap orang memiliki kehidupan dan urusan masing – masing yang terkadang tidak bisa di ganggu. 

Lantas, bagaimana dengan lanjutan ayatnya “Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya”. Terkesan tidak adil memang, kita yang sudah berusaha dengan apa yang kita miliki dan bisa kita lakukan pada akhirnya Allah juga yang menentukan. "Allah memang ga adil" mungkin itu yang akan ada di pikiran kita. Tetapi, satu hal yang harus di ingat bahwa kita adalah hanya bagian kecil dari ciptaannya. Ibarat kita sedang membuat satu maha karya, misalkan kita membuat sebuah perahu dari kertas. Setelah kita membuatnya, kita mempunyai hak yang penuh untuk melakukan apapun pada perahu kertas itu. Mau di pake mainan, dilempar, di buang atau di rusak sekalipun ya terserah kita. Tidak akan ada yang bisa melarang, karena itu adalah milik kita. Begitu juga dengan Allah, mau ngasih kebahagiaan atau penderitaan ya terserah Dia itu adalah hak-Nya. Tetapi, kita harus ingat satu hal bahwa Allah itu baik dan bijaksana, dan melakukan apapun sesuai dengan perhitungan. Tidak seperti kita yang terkadang hanya mengandalkan nafsu dan emosi saja. Terlepas ketika terkadang dia memberikan sebuah cobaan kepada kita, yakinlah bahwa itu hanya bentuk dari sebuah penyadaran atas keberadaan diriNya. Dan percayalah bahwa Allah itu adil, bahkan terlalu adil. Dialah Maha dari segala Maha.

Lalu, bagaimana dengan para motivator yang kita kenal selama ini ? Masihkah kita percaya dengan kata – kata mereka ? Masihkah kita mengindahkan kata – kata mereka ? Masihkah kita mengukutinya di Duna Maya ? Masihkah kita berpikir tentang kebenara perkataan mereka ? Itu HARUS !!! Bagaimanapun, tidak bisa dipungkiri bahwa kita adalah mahluk sosial yang selamanya akan membutuhkan bantuan orang lain. Seperti halnya keberadaan mereka yang selalu memotivasi kita dengan hal – hal yang baik dan bijak. Ketika dalam keadaan terpuruk, motivasi terkadang menjadi hal yang lebih dibutuhkan daripada makan. Baik itu dari teman, keluarga, maupun dari mereka para motivator. Terlepas dari semua yang mereka katakana itu benar – benar mereka lakukan atau hanya sekedar menjadi orang bijak saja. Tidak ada salahnya kita belajar dari mereka, dan tidak salah pula ketika melakukan yang mereka katakan. Tetapi, satu hal yang harus kita ingat bahwa pemahaman dari kata – kata mereka. Karena terkadang ada beberapa kalimat yang harus kita pahami lebih dari sekedar membacanya saja. 

Sekarang, lantas apa yang harus dilakukan ? Mengutip salah satu perkataan dari Ust. Yusuf Mansur yaitu “Dream, Pray and Action” perpaduan yang sangat bagus untuk sebuah jalan menuju kesuksesan. Tetapi, saya lebih suka jika “Dream, Action and Pray”. Diawali ketika mempunyai sebuah mimpi tentang sebuah masa depan, semua hal yang ingin kita dapatkan. Sebuah mimpi saja tidak cukup, semua yang kita katakan jika tanpa pembuktian hanya akan menjadi bulan – bulanan orang lain saja. Maka daripada itu, harus ada pembuktian dari semua hal yang kita lakukan, dengan cara merencakan dan melakukan strategi untuk dapat meuwujudkan keinginan tersebut. Action, jangan hanya menjadi seorang pengkhayal. Nah, ketika Ust Yusuf Mansur menempatkan “action” di posisi terakhir tidak bagi saya. Saya lebih suka jika menempatkan berdoa diurutuan terakhir. Ada perbedaan kesungguh-sungguhan yang saya rasakan, ketika kita berdoa dan berjanji kepada Allah untuk melakukan segala hal dalam mewujudkan impian, terkadang kita lupa untuk melakukannya. Tetapi, berbeda ketika kita beraksi terlebih dahulu, dan ketika berdoa kepada Allah kita sudah memberikan kesungguhan dalam mewujudkan impian kita. Tentu, kita juga tidak akan di anggap hanya sebagai seorang pembual saja. Terkadang, ketika sudah sangat tertekan dalam kondisi tertentu Saya sering berkata seperti ini kepada " Saya sudah melakukan semua yang bisa dilakukan, dan Saya pun sudah sangat bersabar dalam menjalankan dan menerima semua keputusan Tuhan. Tapi, tidak pernah mendapatkan apa yang di pinta. Tuhan memang TIDAK ADIL " ataupun kita juga pernah mengalami hal yang sama tetapi dengan sedikit perkataan yang berbeda. " Sampai akhirnya, Aku sadar satu hal. Kamu gak sesayang itu sama Aku " :D . Kalo itu sih, kutipan di film Menunggu Pagi. Maaf Intermezo dulu :D . Allah menyadarkan Saya lewat Ust. Yusuf mansur, dan itu saya benarkan. Selama ini, saya sering lupa untuk berdoa, bukan dalam artian bahwa tidak berdoa sama sekali. Tetapi, berdoa atas semua hajat yang saya inginkan. Dan betapa menyesalnya, semua ini sudah sangat begitu lama. Sebuah do'a yang terperinci, khusus dan keluar dari dalam hati tentu akan dapat lebih dinikmat ketika menghadap. Saya memang bukan orang yang pandai meminta do'a dengan kata - kata yang baik dan tersusun dengan begitu rapi. Maka, saya selalu mengajaknya curhat dan itu berhasil. Seperti tidak ada batasan antara Allah dengan mahluknya, semua mengalir begitu saja seperti halnya kita curhat kepada seorang teman.

Jadi lah seorang pemimpi dan wujudkan semua impian itu. Dream, Action and Pray. Insya Allah..Insya Allah.. Subhanallah...It’sAbout Your Way :)

Aku Serigala Malam

Malam berganti malam
Bulan berganti bulan
Kini bulan sabit esok bulan purnama

Kau bunga yang mekar ketika purnama
Malam menjadikannya bercahaya

Aku mengaung bak serigala
Meneriakimu, menengadah langit megah
Tentang cahaya yang semakin padam
Dan malam yang semakin kelam

Keheningan masih jadi perdebatan
Ketika Aku bercanda dengan Tuhan
Kita berbagi tawa dengan segelas kemunafikan

Kau yang sedang berayun di bulan sabit
Turunlah, dengarlah lolonganku
Bercerita tentang Aku yang telah lalu
Tentang Aku yang meragu pada waktu

Aku adalah serigala
Meneriakimu atas satu nama

Aku adalah serigala
Akulah Serigala

Menikammu dengan kata
Menyayatmu dengan nada
Menyanderamu dalam diam

Aku melepuh
Mengenangmu dengan lesuh
Merindumu dengan patuh


Wednesday, May 9, 2012

Semangat Menulis, Menulis dengan Semangat !!!

Selamat Pagi ^_^

Pagi ini, entah kenapa sepertinya tak ada beban dalam hidup ini. Perasaan yang begitu bersemangat, lahir begitu saja dengan segelas minuman sereal dan rokok tentu saja. Meski diluar hujan turun cukup deras, tetapi sepertinya itu tak menjadi alasan untuk menjadikan pagi ini menjadi murung. Tak seperti biasanya memang, semangat yang datang begitu saja entah datangnya dari mana ? Tak ada yang spesial hari ini, semuanya berjalan seperti pagi di hari yang lainnya. Ohhhh sungguh, aku sangat bersemangat pagi ini. 


Ini lah yang saya perlukan di setiap paginya, sebuah semangat yang selalu hadir mengawali aktivitas di setiap harinya. Daripada menunggu orang lain menyemangati, tak ada salahnya mencari semangat itu dari diri dalam diri kita. Sesuatu yang lebih berharga dan kita dapatkan dengan cara yang sangat berharga pula, karena tak mudah untuk menemukannya. 


Pagi ini, dengan semangat yang cukup besar saya memutuskan untuk menjadikannya menjadi sebuah tulisan. Terlepas apakah tulisan ini akan menjadi sebuah tulisan yang bermakna ataupun hanya tulisan yang biasa - biasa saja, tetapi setidaknya tidak ada semangat yang terbuang sia - sia pagi ini. Karena menulis bukanlah hal yang mudah, tidak semudah ketika kita berbicara. Terkadang, selalu saja ada hal yang mengganjal dan itulah yang menjadikan menulis sebagai aktivitas yang memang langka di minati oleh kebanyakan orang.

Menulis di sebuah blog, tidak semudah kita membuat status di facebook, ngetweet di twitter, chatting di YM, atau aktivitas lain di situs - situs jejaring sosial lainnya. Mungkin mudah, jika hanya merangkai satu atau 2 buah kalimat saja, tetapi tidak ketika kita menjadikannya suatu rangkaian kalimat sehingga menjadi satu paragraf dan jadilah sebuah tulisan. Menggabungkannya itu lho yang susah, tetapi harus ada keterpaduan diantara satu kalimat satu dengan yang lainnnya. Dan dari setiap paragraf itu harus bisa mengisyaratkan apa yang sebenarnya ingin dikatakan.

Intinya adalah, menulis hanyalah salah satu solusi dari berbagai macam pilihan yang dapat dilakukan untuk menyalurkan semangat yang kita miliki. Masih banyak hal - hal lain yang sebetulnya bisa dijadikan sebagai alternatif. Daripada semangat terbuang sia - sia hanya untuk hal - hal yang memang sebetulnya tidak cukup bermanfaat. Mari kita eksploitasi semangat itu menjadi sebuah hal yang setidaknya bisa kita ingat kembali di waktu yang akan datang. It's About Your Way