Mencermati

Kehidupan tidak hanya dilewati begitu saja, Pelajari Masa Lalu

Rencakan

Merencanakan segala hal untuk kehidupan di masa mendatang

Berpikir

Menimbang, baik dan buruk dari setiap keputusan

Mencatat

Tulis semua impian, buka lah kembali ketika tak punya mimpi

Pukulan

Terkadang, semuanya jadi berantakan. Tak perlu menjadikannya menjadi sebuah penyesalan

Wednesday, February 1, 2012

JOMBLO, BERPACARAN, PELARIAN, ATAU SELINGKUHAN ???

Hidup memang harus penuh dengan kepastian, karena dengan begitu akan jelas ke arah mana tujuan kita. Tidak hanya dalam menentukan masa depan, tapi jauh sebelum itu banyak hal yang harus di pastikan. Banyak orang berpendapat kepastian dalam hidup itu adalah sangat penting, begitupun saya. Terombang - ambing dalam ketidakpastian memang bukanlah hal yang diinginkan. Tetapi, walaupun terkadang kepastian itu akan lebih sakit daripada yang diperkirakan tetapi setidaknya kita lebih pasti untuk menjalani kehidupan selanjutnya yang masih teramat panjang.


Seperti halnya kasus seperti ini, asmara yang selalu menjadi pusat permasalahan bagi kaum muda. Makanya, wajar - wajar saja jika banyak remaja yang mengidap penyakit trend 2011 yaitu "GALAU". Kebanyanyakan dari mereka bermasalah dengan hatinya, dengan calon pasangan, pasangan, atau bahkan mantannya. Tetapi, kebanyakan yang menjadi permasalahan adalah pada calon pasangan. Karena ketika menginjak pada fase ini, kita akan lebih mendekatkan diri kita pada status hubungan atau bahasa kerennya adalah "relationship". Ada yang dinamakan JOMBLO, BERPACARAN, PELARIAN, DAN SELINGKUHAN . Ini adalah 4 fase yang akan menjadi takdir anda bagi yang mencari calon pasangan. Dan dimana posisi anda saat ini ? Berikut akan saya utarakan sedikit tentang 4 fase di atas.

Baiklah, kita bahas satu persatu di sesuaikan dengan besar kecilnya resiko yang akan di dapatkan, yaitu :
1. JOMBLO
" Di tolak itu biasa, Di terima kapan ya ? " itulah mungkin yang menjadi semboyan para jomblo. Tak enak memang berada di posisi seperti ini, jomblo selalu di jadikan sebagai bahan cemoohan ataupun sering di jadikan sebagai alasan dalam beberapa permasalahan. Dan kejadian seperti ini mungkin tidak akan asing dengan kita. Karena tidak mempunyai pacar, lantas di olok - olok sebagai homo sexual, ataupun hal - hal lain yang sedikit tidak mengenakan. Kaum - kaum seperti ini biasanya di golongkan pada golongan kesepian dan kurang perhatian, walaupun mempunyai keluarga ataupun teman tetapi perhatian dari lawan jenis yang menjadi idaman adalah hal lain. Contoh - contoh kecil seperti ucapan "selamat pagi" mungkin hal yang sepele, tetapi ini bisa menjadi motivasi yang begitu besar ketika bangun di pagi hari. Tidak percaya ? Jika anda termasuk dalam kategori ini, mungkin anda akan merasakannya dan tidak perlu bersusah payah, tetapi jika anda sudah berpasangan cobalah satu hari tidak menerima pesan seperti ini di pagi hari dan rasakan perbedaanya. Dan bandingkan ini dengan pesan "selamat pagi" dari teman ataupun keluarga anda, karena ini akan memberikan efek yang berbeda. Banyak orang dalam golongan ini mengatakan bahwa "Jomblo itu enak, gak ada yang ngekang, bebas, dan gak perlu minta izin kepada pasangan ", tetapi sesungguhnya ini adalah sebuah pembodohan diri. Alibi yang selalu di jadikan alasan untuk menutupi kesepiannya, karena bagaimanapun kita adalah mahluk yang tidak dapat hidup sendiri, peran "The Special One" akan sangat membantu dalam menjalani kehidupan kita. Lantas, apakah akan terus menjalani kehidupan seperti ini ? TIDAK !!! Suatu saat, kita harus mengajak lawan jenis untuk menikah ke pelaminan. Entah kapan, yang pasti ini adalah sebuah kepastian. Setiap orang dilahirkan berpasang - pasangan, hanya saja dengan waktu dan tempat yang tidak dapat di perhitungkan. Terkadang, golongan seperti ini sering dijadikan sebagai kasta terendah. Tetapi, simpan dulu jawaban anda sebelum saya utarakan keseluruhan dari 4 fase yang tadi.

2. BERPACARAN
Fase kedua ini, adalah kelanjutan dari fase yang pertama ketika dua insan jomblo sudah bertemu lantas menyatukan hati mereka pada fase yang lebih berkomitmen yaitu berpacaran. Berpacaran menjadi golongan yang terfavorit. Bagaimana tidak ? Ini banyak dijadikan sebagai ajang pembuktian, yaitu membuktikan bahwa ada orang yang suka terhadap mereka. Makanya, tidak sedikit mereka yang berpacaran dengan bangganya memamerkan pacar mereka di jejaring sosial seperti yang saudara rasakan. Dan itu wajar - wajar saja, karena bisa di bilang ini adalah sebuah prestasi tanpa medali. Ketika orang yang kita berhasil menaklukan lawan jenis dengan berbagai pengorbanan dan bahkan sedikit rayuan gombal. Golongan ini bisa dikatakan golongan yang bahagia, bersikap romantis dengan pasangannya masing - masing dan saling berbagi kasih sehingga yang terasa bahwa dunia ini hanyalah milik mereka berdua. Panas, hujan, bukan menjadi alasan bagi mereka, justru ini dijadikan sebagai hal yang begitu romantis. Yaaa begitulah anak muda, selalu ingin merasakan hal - hal yang berbeda. Tanggal jadian, tanggal lahir pasangan, valentine terkadang selalu menjadi momen yang tidak terlewatkan. Banyak orang, berfikiran bahwa ini adalah fase yang paling membahagiakan. Tetapi, terkadang pengekangan yang terjadi diantara keduanya selalu menjadi sumber permasalahan. Tidak boleh ini, tidak boleh itu, atau bahkan melarang semua aktivitas yang tidak disukai salah satunya. Dan ini konon adalah sebagai bentuk "cinta" ataupun "perhatian" dan jadi bumbu dalan berhubungan. Benarkah itu ? Silakan anda jawab sendiri ^_^. Nah, kemudian ketika tidak ada lagi keserasian antara mereka berdua maka selalu ada hal - hal baru yang ingin dicari. Dan terkadang ini harus membutuhkan bantuan orang lain. Siapakah itu ? Yaitu kaum - kaum "ketiga". Penasaran ??? Mari kita lanjut !

3. PELARIAN
Ya, ini lah golongan ketiga yaitu "PELARIAN". Golongan yang berada di tengah kemelut perseteruan orang yang berpacaran. Beda halnya dengan teman dekat, golongan ini hanya akan dibutuhkan ketika salah satu "korban" merasa kesepian dan ingin di perhatikan ataupun sebagai (mohon maaf) pembalut pada alur kehidupan orang yang berpacaran. Kenapa saya katakan seperti itu ? Sifat pembalut yang selalu siap menjadi "penolong" ketika ada yang "bocor". Dan begitu pula dalam hal ini, selalu siap sedia menjadi penolong yang dilanda kejenuhan dari pasangannya. Terkadang, si "pelarian" ini akan lebih banyak berkorban daripada pasangan aslinya. Ada yang tahu kenapa ? Karena sikap yang terlalu berlebihan seperti halnya orang berpacaran selalu menjadikan perasaan yang berbeda. Kalo orang yang menjadi pelarian itu tidak mempunyai perasaan yang sama, never mind. Ini tidak akan berujung pada kasus yang berikutnya, tetapi jika si "korban" dan si "pelarian" mempunyai perasaan yang sama, inilah yang sering ditakutkan. Tidak ada yang salah dari keduanya, karena siapa yang akan menyalahkan rasa kasih sayang dan selalu datang begitu saja. Hanya saja, sejauh mana 2 insan ini untuk mengontrolnya. Tetapi, sungguh malang orang yang berada di posisi ini. Kemungkinan kecil untuk di cintai tetapi pengorbanan adalah sebuah harga mati. Dan bahkan mungkin, nasib ini tak lebih baik dari seorang jomblo, si "jomblo" mungkin kesepian tetapi tidak akan memikirkan hal - hal lain selain hidupnya. Beda halnya dengan kaum ini, yang berada pada ketidakpastian
 " HIDUP SEGAN, MATIPUN ENGGAN " inilah semboyan bagi kaum pelarian, terombang ambing di antara jomblo dan pacaran. Sungguh mengenaskan memang, tetapi inilah resikonya. Di balik semua pengorbanannya itu, lantas apa yang akan dia dapatkan ? Dan ini tidak lebih baik dari seorang jomblo. Tetapi, jika ini berlanjut maka akan beda lagi ceritanya. Ini akan berlanjut pada fase berikutnya yaitu "SELINGKUHAN".



4. SELINGKUHAN
Ya, ini lah akhir dari semua permasalahan di atas yang merupakan kelanjutan dari si "pelarian". Jika keduanya mempunyai komiteman yang kuat terhadap ikatan selanjutnya, kenapa tidak ? Ini bisa saja terjadi, dan mungkin sudah tidak asing lagi. Tetapi, mungkin ini lebih baik dari golongan ketiga. Karena setidaknya di sini sudah ada kepastian tentang hubungan mereka. Selanjutnya yang menjadi permasalahan adalah, adakah diantara kita yang rela menjadi selingkuhan ? Tak enak memang, walaupun sudah ada kepastian tentang hubungan keduanya justru inilah yang paling sakral. Si "pelarian" justru akan menjadi korban dari kekasih selingkuhannya, itulah mengapa banyak sekali kasus kekerasan yang diakibatkan oleh hal - hal seperti ini.



 Melihat dari kesimpulan diatas, tidak ada yang menjamin kesenangan seutuhnya karena semuanya memberikan kesan yang berbeda tergantung bagaimana kita menjalaninya. Tetapi, terkadang menjadi JOMBLO SEJATI itu lebih baik daripada menjadi PELARIAN, ataupun bahkan SELINGKUHAN. Tetapi jika kita bisa BERPACARAN dengan jalan yang benar, mungkin teori diatas bisa dibantahkan.




Seperti biasanya ini hanyalah pemahaman saya, tanpa bermaksud untuk menjadi provokator dalam hubungan anda. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan, dan mohon koreksinya jika itu memang perlu di lakukan. Dan sekali lagi, ini hanyalah pemikiran saya dan Anda lah yang menentukan It's About Your Way :)

Tuesday, January 10, 2012

Saya KELUAR ! ! !

Masih ingat dengan tulisan saya yang berjudul Pilihan Hidup : Antara Skala Prioritas dan Skala dan Pengontrolan Emosi ? Itu lah yang menjadi dasar dari salah satu keputusan yang menurut saya baik. Hari ini, satu dari sekian banyak keputusan yang sebenarnya harus segera di realisasikan. Berawal dari kegelisahan yang terjadi dari ketidakadilan dan juga kebusukan yang sebenarnya sudah lama diendapkan. Dan sebagai seorang manusia biasa yang tidak terbiasa dengan keadaan - keadaan seperti itu, membuat saya sangat tidak nyaman. Dan itulah yang menjadi salah satu dari sekian banyak alasan yang membuat saya "RESIGN" dari pekerjaan yang sudah saya jalani selama 3 tahun ini.


Sebetulnya ini bukan hanya menjadi keputusan saya pribadi, tapi ini adalah hasil dari musyawarah bersama rekan kerja lain yang ingin menuntut hidupnya lebih baik. Tapi, seandainya ini berjalan sesuai dengan skenario yang dijalankan tentu saja ini akan menjadi salah satu jalan terbaik yang akan membawa kami semua pada kehidupan yang semestinya. Tidak menjadi budak seperti sekarang ini, seperti peribahasa " Kerbau di cocok hidungnya ". Semuanya seakan terdiam dan tidak dapat berbuat apa - apa ketika mereka di bodohi dan di tindas dengan peraturan - peraturan yang tidak rasional.

Awalnya, kami akan mengadu kepada Ketua Yayasan yang diperkirakan dapat membantu memberi jalan terbaik dari semua kekacauan ini. Tapi, bagi saya ini adalah hal yang konyol. Karena pada kenyataannya saya mungkin sedikit lebih tahu dari mereka dengan kehidupan yang begitu dekat diantara keduanya. Saya sudah memperingatkan, walaupun beliau mempunyai jabatan yang lebih tinggi bukan berarti mempunyai taring yang cukup kuat untuk mengubah keadaan ataupun sekedar memperingatkan sang pemimpin. Ini bukanlah hal yang baru, dimana sang ketua yayasan memang hanya dapat melihat semuanya berjalan begitu baik dengan sikap sang pemimpin dan seolah - olah menjadi pembela dari setiap tipu muslihatnya. Entah apa yang dipikirkannya, dengan tingkat pendidikan dan juga pemahaman agama yang cukup tinggi seharusnya beliau dapat menjadi sosok yang dapat diandalkan. Tetapi semua terbukti benar, ketika saya menemui beliau untuk sekedar berbincang dengan rekan kerja yang  lain tidak ada rasa empati yang begitu mendalam hanya menjanjikan pertemuan keesokan harinya dengan alasan sedang kurang enak badan. Keesokan harinya, untuk sekedar menagih janji tersebut ternyata beliau sudah pergi ke luar kota untuk menjalankan tugasnya. Dan sontak inipun yang menjadi bukti lain bahwa tidak pernah berbohong tentang apa yang selama ini pernah saya katakan. Semua rekan kerja hanya bisa mengerutkan kening ketika menyadari bahwa inilah yang mereka dapatkan.

Hari ini, 10 Januari 2011 tepat satu hari sebelum tanggal kelahiran saya yang ke-22 semuanya di perjuangkan bersama mereka yang ( katanya ) ingin terbebas dari jeratan kapitalisme. Beberapa hari sebelumnya, kami memang sudah merencakan hal ini dan semuanya sudah dipersiapkan, dari mulai surat tuntutan yang terkumpul dari semua rekan kerja serta resiko yang harus siap dijalani sebagai akibat dari aksi ini. Ruangan kantor yang cukup sesak dari kumpulan para pengadu nasib dan sang sangkala yang duduk mengawasi di meja kehormatannya. Sedikit hening dan tak banyak yang berbicara, hanya suara - suara kecil yang terpenjara di balik jendela dan kursi pesakitan.

Surat tuntutan itupun diberikan kepada sang pemimpin, seperti halnya surat TRITURA yang diberikan kepada presiden Soeharto yang menjabat pada masa kepresidenannya. Sejenak ia membaca dengan sangat khidmat, dan tampak raut muka kekesalan yang tidak dapat dibendung lagi. Selesai membaca surat tuntutan itu, dengan suara lantang beliau langsung meyakini bahwa saya adalah DALANG sekaligus PROVOKATOR dari aksi ini semua. Sebuah persepsi yang wajar menurut saya, karena memang bisa dibilang saya mempunya pengetahuan yang lebih tentang semua rahasia yang di sembunyikan selama ini. Walaupun saya juga tidak merasa enak dengan apa yang dikatakannya barusan, tetapi mencoba untuk tenang dengan sedikit senyuman bisa jadi salah satu pilihan. Tetapi, semakin lama pembicaraan ini semakin menyudutkan saya. Ditambah dengan sikap diam yang dilakukan oleh beberapa rekan kerja yang selama ini menjadi penjilat dan tidak pernah mau terlihat buruk di mata sang pemimpin. Tidah hanya tuduhan sebagai provokator, tetapi penggelapan uang, tidak professional dalam bekerja. Sebuah aksi provokasi yang saya pikir tidak perlu di lakukan, karena sebenarnya hampir semua orang sudah tahu perilakunya.

Perkataan itu terang saja membuat saya geram, dan seketika itu pula membuat suasana di dalam ruangan tersebut berubah menjadi sangat panas antara kami berdua. Saya yang merasa disudutkan dengan tuduhan itu mencoba membela diri dengan menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan termasuk menjawab semua tuduhan yang telah di utarakan sebelumnya. Hingga pada akhirnya perkataan itupun muncul.
" Ya sudah sekarang begini saja, kamu MAU TERUS bekerja atau BERHENTI ? "
" Saya KELUAR !!! "
Tanpa berfikir banyak dan nada yang sangat dingin perkataan itu pun keluar. Tak lama berselang, suasana ruangan langsung hening, dan saya keluar ruangan untuk membereskan arsip - arsip selama bekerja.

Banyak hal yang bisa saya pelajari, termasuk tentang artinya sebuah kepercayaan. Karena berdasarkan keputusan sebelumnya, bahwa kami akan menannggung resikonya bersama - sama. Saya memang menjadi orang paling muda pada saat itu, tetapi itu tidak pernah membuat nyali saya menjadi ciut hingga pada akhirnya harus mengalah seperti rekan - rekan yang lainnya. Tidak pernah ada rasa penyesalan keluar dari pekerjaan ini, karena sebetulnya sayapun sudah berencana untuk keluar. Tetapi, yang saya sesalkan adalah ketidakwarasan mereka terhadap janji yang sudah menjadi komitmen kami bersama.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bisa menjadikan pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik It's About Your Way :)

Wednesday, December 28, 2011

PILIHAN HIDUP : ANTARA SKALA PRIORITAS DAN PENGONTROLAN EMOSI


PILIHAN, satu kata yang menjadi sarapan pada setiap paginya. Ketika bangun di pagi hari saja kita langsung disudutkan dengan 2 pilihan, bangun tidur atau tidur lagi ? Seperti halnya lagu Mbah Surip ( alm ). Jika pada saat bangun saja sudah ada pilihan, lantas bagaimana dengan jam - jam berikutnya ? Ketika bertemu dengan kerabat, sekolah / kuliah, ataupun pekerjaan di kantor ? Tentu akan lebih banyak lagi hal yang harus jadi pilihan dalam menjalani hidup ini.

Tak mudah memang untuk menentukan pilihan yang benar - benar bijak karena berbagai pertimbangan yang selalu saja membingungkan dan terkadang menjadi semakin mengacaukan keadaan. Karena satu pilihan saja sangat menentukan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Misalnya saja contoh kasus yang sering dialami para remaja, antara mencintai dan dicintai. Dua hal ini memang berbeda dan akan menimbulkan dampak yang berbeda pula bagi yang merasakannya. Atau, ketika kita disudutkan dengan pekerjaan yang tak pernah memberikan kenyamanan dan kehidupan yang layak. Apakah akan terus menjalani pekerjaan itu dengan perasaan penuh keluh kesah ataukah harus resign dan mencari pekerjaan lain atau bahkan menjadi pengangguran ?

Setiap orang selalu disudutkan dalam berbagai pilihan pada masa hidupnya, entah itu urusan pribadi, keluarga ataupun masyarakat disekitarnya. Tetapi, tak sedikit orang yang justru hancur karena pilihan yang telah di tetapkannya. Setiap orang memiliki visi, misi dan tujuan hidup masing - masing. Itulah yang menjadi rahasia dan pembeda dari sekian banyak pilihan hidupnya. Dan terkadang, latar belakangpun bisa menjadi faktor mendasar yang menjadi bagian dari tujuan hidup mereka.

Sedikit berbagi tips, walaupun ini tidak sepenuhnya saya kerjakan dalam menentukan berbagai pilihan yang telah saya hadapi. Satu hal yang saya pelajari dari menentukan berbagai pilihan hidup yang pertama adalah dengan menentukan Skala Prioritas. Yang nantinya akan menunjukan mana hal yang lebih penting untuk di pilih begitupun sebaliknya. Walaupun tidak ada jaminan 100 % dengan menggunakan tekhnik ini akan memberikan hasil yang paling baik, tapi setidaknya kita telah mempunyai perhitungan yang jelas dari semua aspek penentu dan mengurangi sedikit kegagalan. Dan yang kedua adalah Mengontrol Emosi. Inilah hal yang selalu membutakan akal kita. Pikiran yang terlanjur kotor oleh emosi yang tidak terkontrol terkadang justru mengakitbatkan orang - orang salah kaprah dalam mengambil keputusan. Emosi yang memuncak telah memprovokasi kita untuk tidak berpikir jernih dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dua hal diatas, mungkin akan berbeda dengan apa yang Anda pikirkan. Tetapi setidaknya, itulah yang saya rasakan selama ini. Dan sekali lagi, ini hanyalah pemikiran saya dan Anda lah yang menentukan It's About Your Way :)

Monday, December 12, 2011

BERSATU UNTUK SEPAK BOLA INDONESIA !!!

Sepak bola menjadi permainan dengan jumlah fans yang sangat, bahkan dapat dikatakan paling besar. Tak hanya laki - laki yang menjadikannya sebagai salah satu olahraga favorit, bahkan sekarang juga sudah merambah pada kaum hawa. Entah benar - benar ingin menikmati pertandingannya, atau hanya sekedar menjadi penggemar para pemain yang terkenal dengan kegagahan dan kegantengannya, maupun hanya menjadi pendamping sang kekasih di sela - sela menonton pertandingan. Yang jelas bukanlah menjadi halangan lagi bagi siapapun untuk menikmati olahraga yang terdiri dari 11 pemain ini, apapun itu alasannya.


Semakin banyak yang menyukai permainan ini, dapat di pastikan juga menghadirkan berbagai macam pemahaman dan terkadang berujung pada kekerasan bahkan hingga menimbulkan korban jiwa yang hingga saat ini belum pernah dapat diselesaikan. PERSIJA dan PERSIB yang sering kali menjadi bahan perbincangan, karena siapa yang tidak tahu dengan 2 klub besar ini ? Persija yang menjadi klub kebanggaan Ibu Kota dan Persib yang juga menjadi klub kebanggan tanah sunda. Dengan jumlah supporter yang sama banyaknya, membuktikan bahwa 2 klub ini memang patut di perhitungkan. 2 Klub yang sama - sama berprestasi dan selalu menghuni liga professional di Indonesia ini memang sudah sangat lama mencicipi kasta juara ini selalu menghadirkan permainan yang seru dan mengasyikan ketika bertemu di lapangan. Entah itu di kandang Persija maupun sebaliknya.

Entah apa yang menjadi awal pertempuran dari 2 klub yang sama - sama menjadi MACAN dan MAUNG sebagai maskot kebanggannya ? Banyak versi memang yang mengatakan awal pertengkaran antara 2 klub ini. Teori yang pertama mengatakan berawal ketika pertama kalinya pasukan The Jack ( panggilan untuk supporter Persija ) datang berkunjung ke Bandung untuk melihat tim nya bermain, karena tiket yang ada sudah habis bahkan masih banyak Viking ( panggilan untuk supporter Persib ) lalu ada perkelahian yang dimulai dari anak viking yang menyuruh The Jack untuk pulang lagi. Teori kedua adalah berawal dari kekalahan Persija dalam sebuah kuis " Siapa Berani ? ", dimana ketika kuis berakhir dan mengantarkan Viking sebagai pemenangnya lalu terjadilah pemukulan di kantin sebuah tv swasta tempat berlangsungnya kuis tersebut. Itu adalah 2 teori yang kerap muncul dan menjadi awal panasnya hubungan kedua klub ini. Tetapi yang paling menonjol adalah gengsi dari kedua tim yang sama - sama ingin menjadi juara inilah yang menjadi semangat dari masing - masing kedua supporter. Entah mana yang benar - benar menjadi asal mula kisruhnya 2 klub ini, tetapi ini bukanlah hal yang kita inginkan sebagai pecinta sepak bola.

Bukanlah hal yang mudah menyatukan kedua klub ini, isu yang sudah mengakar pada generasi penerus masing masing supporter menjadi satu kendala yang sangat fundamental. Menciptakan kembali suasana yang harmonis dan saling berpelukan bukanlah perkara mudah yang bisa dilakukan dengan instan. Semuanya kembali pada kesadaran diri kita masing - masing. PSSI pun yang menjadi badan sepak bola di Indonesia buktinya tidak dapat berbuat banyak, walaupun pernah beberapa kali ada wacana untuk mempersatukan kedua tim ini. Buktinya hingga sekarang tidak menunjukan pada arah kemajuan, mereka masih tetap pada prinsipnya masing - masing.

Tanpa bermaksud menjadikan 2 klub ini sebagai kambing hitam dari kekerasan yang ada di Indonesia, hanya saja 2 klub inilah yang memang menjadi daya tarik paling besar dibandingkan dengan klub - klub lain yang ada sekarang ini. Menjadi lebih dewasa dan melupakan masa lalu yang kelam, untuk menjadi sepak bola Indonesia lebih maju dan semakin baik di mata dunia. Ini adalah sepak bola kita, jangan sampai fanatisme yang terlalu menggebu di manfaatkan oleh oknum yang hanya ingin mencari kepentingan. Mari sama - sama membenahi diri, dan juga bersama - sama untuk menjadi supporter yang benar - benar mencintai sepak bola dan tak perlu ada aksi kekerasan yang semakin memperburuk keadaan di tengah kisruhnya PSSI sebagai organisasi sepak bola yang di akui di Indonesia. Tetapi, ini semua kembali kepada pemikiran kita masing - masing sebagai penikmat bola. It's About Your Way :)

Saturday, December 3, 2011

YOGYAKARTA TETAP JADI YANG ISTIMEWA

Kota dengan sejuta budaya dan tradisi yang masih sangat kental dengan adat kejawennya. Tradisi yang tak akan mungkin tak akan pernah terhapuskan dan terlupakan. Seperti sudah mendarah daging, adat istiadat yang masih di jalankan sebagai bukti pembaktian kepada leluhur menjadi salah satu ciri khas dari kota ini. Sempat menjadi sebuah ibu kota Republik Indonesia pada masa dulu, yang sekarang menjadi Jakarta tidak lantas di anggap hanya sebagai sejarah yang berlalu saja. Terbukti dengan banyaknya para turis yang berkungjung ke berbagai tempat wisata yang tersedia, seperti Keraton Yogyakarta, Candi Borobudur, dan lain sebagainya. Seolah tidak akan pernah luput dari pantauan mata para turis lokal maupun mancanegara ketika singgah di Kota Gudeg ini.


Wajar memang jika Yogya ( nama yang lebih akrab ) menjadi kota yang istimewa. Tempatnya yang sejuk, tata kota yang rapi, penduduk yang ramah, tempat wisata serta oleh - oleh yang berciri khas kan kota tersebut menjadikannya istimewa. Di mulai dari masih banyaknya pohon - pohon di pinggir jalan yang membuat kota ini terasa begitu nyaman diantara polusi debu yang memang tidak bisa di singkirkan dengan kehidupan sekarang ini. Adanya alat transportasi BUSWAY TRANS YOGYA yang menjadi salah satu solusi dalam mengatasi kemacetan ternyata memang efektif, walaupun belum sepenuhnya masayarakat kota yogya memakai fasilitas ini. Keramahan masyarakat yogya terhadap para pendatang bukanlah hal yang tidak asing lagi untuk di bicarakan, karena memang masyarakat daerah jawa terkenal dengan keramahannya.

Keraton Yogyakarta yang menjadi salah satu ciri khas keistimewaan kota ini, meskipun di tengah kemajuan tekhnologi yang sangat pesat tetapi para penghuninya masih setia dengan adat istiadat dan budaya para leluhurnya. Tiga buah tiang di dalam bangunan ini mengingatkan kita pada sejarah dulu dan mengajarkan kita tentang BHINEKA TUNGGAL IKA, di masing - masing tiang itu terdapat ciri khas dari 3 agama yaitu islam, budha dan hindu yang mungkin mengingatkan kita tentang orang - orang di sekeliling kita. Ketika masuk lebih dalam, maka akan terlihat beberapa orang yang sedang duduk di tepi keraton dan sedang berdoa dengan adat istiadat yang ada yaitu kejawen.

Candi Borobudur yang memang menjadi salah satu keajaiban dunia bukanlah sebuah tempat wisata yang asing bagi para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Teori yang baru - baru muncul beberapa bulan ke belakang ini menjadikannya sebagai satu misteri yang tak terpecahkan. Candi yang di bangun sekitar abad ke - 9 ini sekarang sedang dalam perbaikan, setelah sebelumnya sempat sedikit mengalami kerusakan akibat gempa, dan juga meletusnya gunung merapi. Dengan pengawasan yang begitu ketat dari para penjaga, candi yang di bangun pada masa Wangsa Syailendra ini selalu menarik perhatian. Struktur batu dan pahatan yang rapi memang sangat mustahil dapat dilakukan pada masa dulu dengan tekhnologi pada masa dahulu. Tetapi itu semua memang terbukti dan masih ada sampai sekarang ini bahkan masaih tegap berdiri meskipun sempat terkena berbagai bencana. Dan sangat wajar, jika candi yang satu ini masih di pertahankan menjadi SEVEN WONDERS.

Ada satu hal yang menjadikan daerah yang satu ini sangat istimewa. Dimana ada sebuah kampung yang sengaja di sediakan oleh Sultan bagi mereka yang tidak mampu membeli rumah. Tetapi semua rumah di sekitar itu tidak dilengkapi dengan akta tanah, yang memang sangat bertolak belakang dengan sistem pertanahan di Republik Indonesia yang harus dilengkapi dengan akta tanah untuk menjaga legalitasnya. Dan yang tidak kalah menarik lagi adalah aturan yang mengharuskan mereka hidup rukun, karena jika ada warga yang bertengkar dengan tetangga lain maka dipersilakan pergi dan tidak perlu ada pengusiran. Sangat efektif memang, jika dibandingkan dengan keadaan yang terjadi di Republik Indonesia pada umumnya.

Begitulah Yogyakarta, akan tetap menjadi Daerah Istimewa dengan segala kekhasannya dan juga keunikanya

Saturday, October 29, 2011

KESIANGAN : TRADISI DALAM PENDIDIKAN


KESIANGAN, akrabkah anda dengan kata itu ?Sebagian dari kita mungkin pernah mengalaminya, baik itu disengaja maupun tidak di sengaja.
Dan uniknya, selalu saja ada alasan untuk menjawab pertanyaan dari Guru ataupum Dosen.
Banyak alasan yang sering kita gunakan untuk mengelabui dosen, diantaranya :

1. Bangun kesiangan
2. Macet
3. Angkutan umum penuh
4. Jarak yang jauh,dll
Itu mungkin beberapa contoh alasan yang sering digunakan apabila kesiangan. Sebetulnya, ini adalah masalah yang fundamental dari setiap individu karena tidak adanya kemampuan untuk mengevaluasi diri. Evaluasi diri sebagai salah satu cara untuk menilai sejauah mana perkembangan diri kita, baik ataupun buruknya. Seperti halnya dalam kasus ini, jika sudah ada kesadaran mengenai semua kelalaian yang ada pada diri kita tentunya semua masalah dapat diatasi.
Misalnya kita ambil salah satu alasan diatas yaitu macet, karena hampir semua orang beralasan seperti itu khusunya di kota metropolitan.Jika memang kita sudah tahu bahwa sering terjadi kemacetan, kenapa tidak berangkat lebih awal ? Karena dengan begitu, kita mempunyai waktu yang lebih leluasa selama di perjalanan.

Tetapi, semuanya tidak akan sesederhana yang diutarakan di atas. Kembali lagi seperti apa yang telah dikatakan pada postingan sebelumnya, semuanya berawal dari diri kita. Dan sejauhmana kita mau untuk membaca dan mengevaluasi diri.

IT'S ABOUT YOUR WAY !!! :D