Mencermati

Kehidupan tidak hanya dilewati begitu saja, Pelajari Masa Lalu

Rencakan

Merencanakan segala hal untuk kehidupan di masa mendatang

Berpikir

Menimbang, baik dan buruk dari setiap keputusan

Mencatat

Tulis semua impian, buka lah kembali ketika tak punya mimpi

Pukulan

Terkadang, semuanya jadi berantakan. Tak perlu menjadikannya menjadi sebuah penyesalan

Saturday, September 15, 2012

Sekali Ini Saja, My Dream

Hari ini malam minggu, dulu kita sama - sama berbagi cerita dengan kopi yang kau buat dan kita meminumnya bersama di ruag tamu, sambil berbicara tentang kesibukan masing - masing dan juga gosip hangat yang sering kau bicarakan. Kuliah, kasak - kusuk di kelas atau cerita tentang (mantan) pacarmu yang cemburun itu. Kita memang sama - sama berbagi cerita, dan kita tertawa bersama sambil menghabiskan sisa kopi itu.

Ya, itu dulu ketika kita masih bersama dan saling berbagi cerita. Tapi, kini kita sudah terlampu dipisahkan oleh jarak. Meski rumah kita berdekatan, tapi seperti ada jarak yang selalu saja menghadang. Sepertinya, kejadian - kejadian itu akan semakin jarang kita rasakan bersama kembali. Setidaknya untuk sekedar mengobrol dan menceritakan kejadian - kejadian lucu semasa waktu itu. Dan seperti biasa, kau yang terlebih dahulu bercerita. Karena memang, Aku bukanlah lelaku yang pandai memulai pembicaraan, dan kau pun menyadari hal itu.

Sudah hampir 4 bulan, kita sudah kehilangan kabar masing - masing. Seperti kehilangan arah, Aku hanya bisa pasrah dan bercerita sendiri sambil menikmati kopi dan membayangkan masa - masa itu. Bagaimanapun, Aku sangat merindukannya. Rindu melihat lesung pipi mu yang lembut dan juga kedua bibirmu yag selalu tersenyum ketika menanti ku di depan pintu. Sungguh, itu akan menjadi malam yang berkesan. Dan Aku masih rindu senyummu yang merona dan membuatku keranjingan.


Sekarang, semua itu hanya sebatas harapan. Bahkan untuk sekedar menghubungimu lewat telphone ataupun yang lainnya. Mungkin, sekarang sudah ada orang lain yang lebih kau pilih untuk mendengarkan setiap curhatanmu di setiap malamnya. Atau sekedar membicarakan keluargamu yang ramah tamah. Tapi, Aku harap ini bukan akhir dari segalanya. Kelak, suatu saat nanti kita bisa memulainya kembali dari awal dan kembali bercerita. Sungguh, Aku benar - benar rindu.

Jika saja, itu tak akan pernah terjadi lagi. Biarlah untuk yang terakhir kalinya Aku ingin mengulanginya kembali. Setidaknya untuk sekali ini saja, My Dream ^_^

Friday, September 14, 2012

KKN Punya Siapa ?

KKN.....oh KKN..... :/

Sepertinya masalahmu tidak berhenti sampai kemarin saja. Sudah terlalu banyak uang yang dikeluarkan, dan juga tidak sedikit kami harus bersitegang dan bertukar pikiran. Apakah ini tujuan dari KKN ? Mengajarkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan, atau justru menjadi alat bagi lembaga untuk mencari perhatin ? Atau bahkan, bisa saja ini dijadikan oleh segelintir orang untuk mencari simpatik dan juga mencapai impian yang tertunda. Alih - alih ingin membantu, tetapi pada akhirnya kami juga yang dijadikan sebagai peluru untuk menembus mimpi "mereka". Ah, omong kosong......

Ya, itu lah yang Saya rasakan malam ini. Sore tadi ada kabar dari rekan di kelompok lain yang ingin mengajukan sebuah program KKN, Lomba Balap Sepeda dan Bola Voly. Sontak saja, ini sedikit membuat Saya bingung. Katanya, ini akan dijadikan sebagai salah satu "Program Unggulan" di tingkat kecamatan.

Berawal dari usulan seorang dosen yang kebetulan berdomisili di daerah itu, alhasil beliau pun mengajukan ini kepada kami program tersebut. Memang, jika saja program ini dapat terealisasikan tentu saja ini akan berdampak baik bagi kelompok KKN, lembaga dan juga "Dosen" itu sendiri. Tapi pertanyaannya adalah, jika saja ini benar - benar terjadi. Lantas, siapa yang akan lebih terdongkrak popularitasnya ? Atau memang benar, kami hanya akan di jadikan peluru saja ?


Pada dasarnya, KKN itu adalah program yang dilaksanakan oleh mahasiswa, bukan dosen maupun lembaga. Ya, walaupun di dalam pelaksanaanya ada campur tangan dosen dan juga lembaga tapi hampir 90 % mahasiswa mempunyai peran yang lebih dominan untuk memilih dan semuanya di sesuaikan dengan kemampuan mahasiswa itu sendiri. Tidak perlu ada tekanan dari pihak atau lembaga manapun.

Lalu, kembali Saya berfikir....Jika KKN ini adalah program kami (mahasiswa) seyogianya tidak ada intimidasi ataupun tekanan yang memberatkan. Jika memang kenyataannya demikian, Lantas "KKN ini Punya Siapa ?"

Wednesday, September 12, 2012

KKN : Kuliah (Butuh) Kerja Nyata !!!

Hari ini, sudah 1 minggu lebih tinggal di daerah yang baru. Mau tidak mau, tetap saja harus di lakukan. KKN ( Kuliah Kerja Nyata ), istilah kerennya bagi mahasiswa semester 7. Masih tersisa lebih dari 3 minggu lagi untuk menyelesaikannya, dan masih banyak kegiatan yang harus di selesaikan. Ah, semoga saja KKN ini cepat berlalu.

Ya, awalnya memang indah, saling berbagi tawa dan juga keceriaan. Hampir tidak ada masalah apapun, kecuali hal - hal kecil yang pada akhirnya bisa diselesaikan. Menjadi partner KKN dengan orang - orang yang sudah berkeluarga, lebih terasa seperti nostalgia. Berbagi cerita kehidupan tentang masa dulu, ketika Saya kecil dan juga tradisi - tradisi yang hilang dan ampir habis di kubur oleh modernisasi juga gengsi. Menikmati sensasi "mirunan" (duduk di depan tungku nasi), makan di atas piring seng, atau hal - hal lain yang sudah tidak bisa dirasakan lagi pada masa sekarang ini. Ah, sungguh nostalgia yang indah. Seperti kembali pada masa keemasan, ketika masih bisa merasakan hangatnya kedamaian bersama Kakek dan Nenek yang sudah pergi sejak lama.

Tapi, keindahan ini tidak berjalan begitu lama. Bermula dari ketidaksepahaman yang terjadi dari masing - masing kepala. Ada yang berpikir rasionalis, agamis, idealis bahkan perfeksionis. Atau ada juga yang hanya sekedar memperhatikan saja. Perbedaan umur yang cukup jauh membuat banyak sekali perbedaan yang cukup beragam ketika berhadapan dengan mereka yang sudah lebih tua. Terlebih ketika penentuan program KKN yang akan kita laksanakan. Keberagaman ini cukup panas, sehingga wajar ketika sering berselisih paham.

Latar belakang dan juga sifat - sifat yang terpendam lama kelamaan muncul. Si egois, humoris semuanya tergambar begitu jelas dengan sendirinya belakangan ini. Lebih terasa seperti hal - hal baru yang tidak mereka "publish" sebelumnya ketika masa - masa kuliah. Bagi saya, ini lebih kepada sebuah pembelajaran untuk mencermati kehidupan mereka yang sebenarnya. Tentu saja, ini adalah hal yang sangat jarang bisa ditemukan di jam - jam perkuliahan. Terlalu banyak topeng dan juga kebohongan waktu itu.

Bagaimanapun, KKN ini harus tetap berjalan dan selesaikan sesuai dengan program yang telah disepakati bersama. Keberagaman dan perbedaan biaralah menjadi sebuah pembelajaran dan itu bukanlah sebuah persoalan utama. Yang masih membingungkan adalah " Apakah benar, KKN ini sebagai sebuah pengabdian untuk memberdayakan potensi masyarakat, atau hanya sekedar sebuah alat untuk menarik perhatian masyarakat dan mahasiswa baru lah sebetulnya yang jadi target utamanya? "

Tuesday, August 21, 2012

Ramadhanku, Ramadhanmu, Ramadhan Kita


Bulan Ramadhan, "puasa massal" yang terjadi 1 tahun sekali ini selalu menghadirkan sensasi yang baru di setiap tahunnya. Satu hal yang pasti adalah bulan ini sangat di tunggu oleh semua umat muslim di dunia. Mengapa tidak ? Keberkahan yang ada didalamnya menjadikan ketertarikan tersendiri bagi setiap muslim. Mulai dari pahala yang berlipat ganda dan juga kebaikan lainnya yang hanya ada di bulan ramadhan. Nuzulul Quran, yang konon merupakan hari turunnya wahyu pertama yaitu Surat Al - Alaq ayat 1 - 5. Dan juga Lailatul Qadar, malam yang hanya dapat ditemukan ketika bulan ramadhan ini memiliki keistimewaan lebih daripada 1000 bulan.

Tetapi, Saya merasakan ada beberapa fenomena yang semakin membuat ramadhan ini menjadi berkurang kesakralannya. Entah hanya perasaan saja, atau memang benar begitu adanya ? Tidak sama seperti halnya ketika Saya masih kecil waktu dulu, sekarang di usia yang ke-22 banyak sekali merasa kehilangan tradisi yang begitu lekat berhubungan dengan ramadhan itu sendiri dan ini juga membuat atmosfer ramadhan semakin berkurang. Mungkin, karena tempat tinggal Saya yang berada di daerah perkampungan dan masih lekat dengan tradisi yang sudah ada sejak dulu, makanya Saya merasa kehilangan. Meskipun, hal tersebut bukanlah sebuah keharusan tetapi Saya benar - benar merasa kehilangan dan selalu ingin kembali ke masa itu.

Tetapi, bagaimanapun juga selama bulan ramadhan ini masih tetap saja ada tradisi yang tidak punah di telan zaman, bahkan ada beberapa tradisi hasil "kloningan" perayaan yang lainnya.

"Rebutan" Hilal 
Maaf, jika kata - katanya ada yang tidak berkenan. Ya, polemik ini selalu muncul ketika memasuki awal bulan ramadhan. Banyaknya organisasai keislaman di Indonesia menjadikan keberagaman semakin indah. Tetapi, bagaimanapun ini adalah suatu keberkahan tersendiri dengan adanya keberagaman ini. Wajar jika ada beberapa organisasi keislaman yang sedikit berbeda faham ketika menentukan awal bulan. Karena yang satu menggunakan hitung - hitungan menggungan ilmu astronomi (Hisab) dan yang lainnya menentukan dengan "mengamati" bulan (Ruhyat). Tidak ada yang salah dari keduanya, karena semuanya sama - sama menjadi pedoman masing - masing. Meskipun akan berbeda ketika mengawali puasa, tetapi itu tidak jadi soal. Yang penting, sama - sama khidmat menjalankannya.'

Munggahan
Tradisi yang satu  ini memang bukan sebuah kewajiban yang harus dijalankan ketika mendekati bulan ramadahan. Ini hanya bagian dari tradisi muslim di Indonesia ketika mendekati bulan ramadahan. Biasanya akan diisi dengan berkumpul bersama kerabat, teman ataupun keluarga. Pergi ke tempat wisata, ataupun makan bersama. Ya, kurang lebih seperti itu munggahan ini di lewati. Meskipun tidak ada dalam Al - Quran bukan berarti ini adalah sesuatu yang diharamkan. Justru ini akan memupuk rasa saling berbagi antara yang satu dengan yang lainnya.

Ngabuburit
Tradisi ini tidak ada habisnya, bahkan semakin menjadi - jadi dari tahun sebelumnya. Memang, banyak orang yang menjadikan ini sebagai cara sebelum menunggu waktu magrib. Lihat saja di jalanan ketika sudah memasuki ashar, antusias untuk ngabuburit semakin menjadi - jadi saja. Tempat - tempat nongkrong, taman, alun - alun menjadi tempat favorit sepertinya. Contohnya, ketika memasuki daerah alun - alun, dadaha dan juga tempat lainnya. Ini terlihat dari kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan, bahkan di daerah Cikalang yang di hari - hari biasa tidak begitu padat dengan arus lalu lintas, ketika bulan ramadhan justru cenderung terjadi kemacetan. Dan Saya pun sempat beberapa kali terjebak disana. Ada Apa dengan Kota Tasikmalaya ?

Penampakan Kemacetan di "HZ"
Tapi, ini justru menjadi keberkahan tersendiri bagi sebagian orang. Banyak pihak yang menjadikan momen ini untuk menambah penghasilan. Kuliner salah satunya, banyak orang yang sengaja membuat lapak dagangan. Seperti halnya di Dadaha, lapangannya selalu penuh dengan pedagang. Baik itu pedagang yang lama maupun pedagang yang membuka "lapak" ketika bulan ramadhan saja. Wajar jika kuliner menjadi tempat yang begitu diminati ketimbang hal lainnya ketika ngabuburit, karena biasanya yang pertama di makan ketika buka puasa adalah jajanan hasil ngabuburit tadi. Dan beruntunglah mereka yang bisa merespon momen ramadhan ini dengan baik dan membuka lapangan pekerjaan baru.

Salah satu jajanan di Dadaha
Berbeda dengan komunitas seniman yang ada di Tasikmalaya. Leo Si Penatap Bulan menggagas sebuah kegiatan baru untuk mengisi waktu ketika ngabuburit ; "Tadarus Sketsa". Keahliannya menggambar, baik itu sketsa ataupun karikatur membuat ingin melakukan "Sketsa on the Road". Ketika sudah memasuki waktu ngabuburit, dengan semangat keikhlasan dia sudah bersiap - siap di kawasan "HZ" untuk "bertadarus". Menangkap berbagai kejadian yang ada di HZ ataupun melayani pejalan kaki yang ingin di gambar wajahnya. Ya, menarik memang. Dengan kemampuan yang di miliknya, ia berhasil menjadi momen ini menjadi begitu spesial. Jika ketika ramadhan dahulu dia berjualan kartu ucapan lebaran, maka dia memilih jalan ini untuk menghibur dirinya dan juga pejalan kaki. Ya, tekhnologi yang semakin canggih membuat orang - orang lebih senang berbagi ucapan selamat melalui jejaring sosial dan juga sms.

Sketsa Mesjid Agung, salah satu hasil karya Mas Leo


Tidak hanya itu, tadarus sketsa ini juga di isi dengan Accoustic Performance dari komuntias kesenian Tasikmalaya, Edi Martoyo, Qeis Surya Sangkala, Wit Jabo Dongkrak, dan juga anggota komuntias seniman laiinya di Tasikmalaya menghadirkan hiburan bagi para pejalan kaki yang ingin membeli baju baru. Sebuah komposisi yang mengajarkan kita tentang kesederhanaan.

Accoustic Performance Bung Edi, dkk

Buka Bersama
Sepertinya tidak "poll" jika ramadhan tidak ikut buka bersama hehe. Ya, biasanya sebuah komunitas, kelas, ataupun perkumpulan yang lainnya akan mengadakan buka bersama. Dengan isi dan juga komposisi yang berbeda - beda. Lihat saja rumah makan yang ada di Tasikmalaya, bahkan sebelum memasuki waktu magrib sudah dipenuhi oleh motor dan mobil. Ya, begitu antusiasnya mereka untuk saling berbagi kehangatan sambil menunggu adzan magrib, berfoto ataupun saling melepas kerinduan antara yang satu dengan yang lainnya.
Takbiran
Bertakbir sebelum menyambut Idul Fitri, ada yang melaksanakannya di mesjid ataupun sambil arak - arakan di jalan. Tetapi kebanyakan justru lebih senang jika sambil arak - arakan di jalan, sambil menyulut kembang api ataupun petasan. Hampir dipastikan ini akan terjadi di beberapa lokasi di Tasikmalaya. Contohnya saja alun - alun hingga jalan Sutisna Senjaya. Bahkan ketika Saya menuju perjalanan pulang setelah berkumpul bersama beberapa rekan sempat di hadang oleh segerombolan orang yang sedang asyik berjoged di perempatan Pancasila sambil menyalakan petasan dan dipaksa untuk turun. Alhasil, untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan akhirnya Saya memutar jalan, karena jalanan sepenuhnya sudah di halangi oleh mereka. Melihat banyaknya petasan dan juga kembang api yang di temui sepanjang jalan, Saya sempat berpikir "Besok itu Idul Fitri atau Tahun Baru ?"

Idul Fitri
Akhirnya, hari yang di tunggu - tunggu tiba juga. Setelah melewati berbagai aktivitas di bulan ramadhan ini, dari mulai sahur, buka puasa, teraweh, dan sekarang di akhiri dengan Idul Fitri. "Ceremonial Maaf - Maafan", ya begitu lah yang Saya rasakan. Ketika Idul Fitri tiba, setelah Shalah Id biasanya pergi bersilaturahmi untuk saling memaafkan, tetapi lagi - lagi Saya menemukan kehampaan pada momen Idul Fitri sekarang dan sebelum - sebelumnya. Entah apa yang terjadi, tapi seperti tidak ada yang istimewa dan hambar. Ketika kecil, momen ini sangat mengasyikan. Berbagi cerita dengan teman - teman seumuran atau hal menarik lainnya. Tetapi, sekarang Saya tidak melihat hal itu terjadi pada anak kecil zaman sekarang. Entah apa yang terjadi ? Mungkin, kehidupan ini sudah semakin berbeda hingga tradisi yang dulu ada, kini hilang entah kemana ? Tapi, berbeda dengan tahun sebelumnya. Idul Fitri sekarang bisa dilaksanakan dengan serempak dan bersama semua muslim di Indonesia (walaupun tidak seluruhnya). Masih ingatkah kejadian kemarin ? Ketika kita dibingungkan dengan 1 Syawal ? hehe.

Tetapi, terlepas dari segala kekurangan yang terjadi di bulan ramadhan ini, semoga puasa kita di terima dan menjadikan amal kebaikan. Dan Saya mohon maaf, jika selama ini Saya telah membuat postingan yang kurang berkenan. Selamat menjadi manusia yang fitri, terlahir kembali dengan segala kebaikan. Amin ^_^ 
  

Sunday, August 12, 2012

Sketsa "Eyang Semar Badranaya"

Bulan Ramadhan, tidak seperti orang kebanyakan, Saya lebih memilih membenamkan diri di kamar pada bulan ini. Entah kenapa ? Saya pun heran. Seperti ada sesuatu hal yang menarik saya agar terus berdiam diri. Tidak seperti kebanyakan pemuda pada umumnya, yang lebih memlih menghabiskan sore dengan "ngabuburit" dan berarak - arakan untuk sekedar menunggu adzan maghrib.

Ya benar saja, 1 bulan ini memang menjadi keberkahan tersendiri. Ternyata ada gunanya juga berdiam diri di kamar selama ini. Saya berhasil melawan beberapa kebiasaan buruk selama ini ; MALAS. Mungkin, kebanyakan orang, termasuk orang tua sendiri menganggap sikap saya yang sering berdiam diri di kamar ini sebagai sebuah kemalasan, tapi justru Saya merasa seperti memecahkan rekor. 

Dulu, Saya paling malas untuk sekedar membaca buku. Tapi, beberapa minggu ke belakang 1 buah buku dengan tebal ± 400 Halaman dapat dikhatamkan dengan waktu yang cukup singkat. Dan ini adalah rekor bagi Saya, karena selama ini belum pernah 1 buku pun dikhatamkan. Akhirnya, setelah menyelesaikannya Saya pun berpikir untuk membaca buku lain mengingat sebentar lagi akan masuk masa - masa penyusunan Skripisi. Semoga saja, saya bisa mengkhatamkan buku lain yang lebih berbobot dan berkualitas. Tak lain dan tidak bukan adalah untuk menambah wawasan, koleksi buku, dan juga jalan untuk menuju kesuksesan membuat skripsi. Amin ^_^

Yang kedua, sejak kecil menggambar adalah keahlian yang paling sulit dipelajari. Meski Ayah Saya sangat lihai menggambar, tapi bakat itu tidak turun hingga saat ini. Makanya, sejak kecil jika ada tugas menggambar pasti Saya memerlukan bantuan beliau :D. 

Tapi, keberkahan itupun datang kembali. Alhasil, selama berdiam diri Saya berhasil membuat gambar sketsa, meski tidak sempurna tapi cukup lumayan untuk seorang pemula seperti saya. Ini adalah rekor kedua setelah buku tadi, karena selama ini Saya tidak pernah berhasil menyelesaikan gambar apapun :D. Tapi, lagi - lagi berkat keheningan yang didapatkan setiap malam sambil menunggu sahur telah membantu Saya untuk menyelesaikannya. Sungguh, lewat jam 12 adalah waktu yang sangat cocok untuk sekedar berdiam diri, terlebih untuk ajang intropeksi dan juga bermunajat ke Hyang Widi. Makanya, tidak salah jika kita dianjurkan untuk berdoa pada waktu tersebut. Keheningan akan membawa kita pada konsentrasi yang begitu kuat, dan pada saat itu lah imajinasi akan keluar dengan sendirinya. Seperti keringat yang keluar sehabis berolahraga. 


"EYANG SEMAR BADRANAYA"
Setelah begadang selama beberapa malam, akhirnya Saya berhasil menyelesaikan sebuah sketsa tokoh Semar Badranaya, itu juga terinspirasi ketika Saya membaca Buku "Dharmagandul". Ya, inilah sketsa pertama itu, meski tak sempurna tapi cukup membuat hat Saya berbunga - bunga :D.

Sekilas tentang Semar Bdaranaya : Eyang Semar Badranaya, Tokoh yang sangat bijak. Meski masih keturunan para Dewa beliau lebih memilih untuk hidup menjadi manusia biasa. Pribadi yang sederhana namun berwibawa. Meski dikaruniai anak yang tidak tidak biasa, Astrajingga dengan perawakannya yang merah dan Dawala yang hidungnya tidak seperti orang pada biasanya tapi beliau tidak pernah mempermasalahkannya. Meski terkadang sering bertengkar, tapi itu adalah bumbu untuk memupuk kedekatan diantara mereka. Badannya yang hitam dan wajahnya yang putih, adalah simbol kebijakan. Sungguh, sosok yang dirindukan sebagai seorang pemimpin. Tapi, ngomong - ngomong Semar juga pologami lho :D. 

Sekian, tulisan Saya kali ini, Semoga bermanfaat. It's About Your Way ^_^

Friday, August 10, 2012

Looking for LOVE

"Ngabuburit" sambil browsing, dan akhirnya mendapatkan sesuatu yang mungkin bisa di bilang mungkin cocok untuk jadi bahan perenungan. Bagi saya, video di Yotube ini lebih dari sekedar video biasa tapi juga bisa menjadi sebuah inspirasi yang memotivasi. Mungkin, karena alur ceritanya yang memang bisa terbilang sudah menjadi rutinitas yang saya lakukan setiap harinya.

Kesepian, kata yang begitu menjadi "momok" bagi setiap manusia. Ya, termasuk saya ataupun tokoh yang berada di dalam video ini. Hidup ini terlalu hambar jika dihabiskan dengan kegiatan yang itu - itu saja tanpa ada suatu perubahan yang dapat memberikan semangat di setiap paginya, karena ketika bangun pagi alangkah lebih mengasyikan jika kita sudah dihadapkan oleh sebuah pengalaman yang baru. 

Kesepian idientik dengan kesendirian. Ya, meski kita hidup berdampingan dengan orang banyak tetapi kadang kita butuh seseorang yang spesial. Sosok lawan jenis yang bisa membuat tertawa sendiri ataupun membuat kita melamun hingga berjam - jam. 

Seperti halnya pria di video ini, hidupnya begitu absurd, datar, membosankan bahkan semuanya di lalui dengan alur yang sama. Mulai dari bangun pagi, pergi ke kantor, pulang, makan, tidur dan begitu seterusnya. Nyaris tidak ada yang dinamakannya "variasi" kehidupan. Bahkan ketika meeting, semua orang tertawa dengan asyiknya, tapi dia sendiri hanya bingung bahkan tidak tahu apa yang ditertawakan. 

Hingga akhirnya, ketika menoleh ke jendela dia melihat sosok perempuan yang menarik hatinya. Tapi, dia sendiri yang malu bahkan perempuan itu lah yang memulai terlebih dahulu melalui kertas yang di tulis dengan spidol dan di akhiri dengan "Nice to meet you" di di tempel di jendela. Sesampainya di rumah dia menyimpan "Nice to meet you 2" di kulkas. Ya, mungkin sebagai pengingat ataupun pemberi semangat.

Keesokan harinya, dia begitu semangat menjalani hidup. Di mulai dari caranya mengambil air mineral dari kulkas dan gayanya ketika berjalan menuju kantor. Hari yang dipenuhi keceriaan, semangat yang baru, senyum baru dan tentu saja sosok yang memberikan semangat baru. Tentu saja, hal ini memberikan perubahan yang sangat drastis dalam kehidupannya yang cenderung absurd belakangan ini. Bahkan saking asyiknya dia hingga tertawa sendiri ketika saling berbagi tulisan di jendela dan karyawan lain menoleh padanya, atau ketika sedang rapat dan jatuh karena asyik melihat sosok pujaan hatinya. Pikirannya pun kini sudah dipenuhi oleh wanita itu. Ya wajarlah, namanya juga orang jatuh cinta ^_^.

Begitu lah yang terjadi ketika Stacey dan Jason sudah mulai saling mengenal, semangat itu muncul datang begitu saja dan terus bertambah setiap harinya. Dan ketika dia terlalu lama untuk mengajak bertemu, Stacey sudah hilang dan tidak lagi ada di tempat yang biasa. Hidup Jason pun kembali "kosong", dan terpaksa harus melihat orang lain berada di tempat Stacey biasanya berada. 

Siapa sangka, siang itu dia di ganggu oleh pantulan cermin yang menyilaukan mata dan itu adalah Stacey yang berpindah tempat karena mendapat promosi. Dan obrolan pun kembali di mulai, hingga akhirnya Jason mengajaknya untuk bertemu. Keduanya pun saling berpelukan di penyebrangan jalan. Ah, sungguh cerita yang membuat saya tidak bisa berkata - kata ^_^.

Intinya adalah, tidak bisa disangkal bahwa kehadiran sosok lawan jenis tidak bisa di anggap sebagai sesuatu hal yang biasa atau sepele. Satu senyuman saja dari mereka mungkin akan menjadi penyemangat untuk satu pekan ke depan. Dan ketika kita tidak bisa bertemu dengan mereka 1 hari saja, itu akan menghancurkan segalanya dalam waktu sekejap, seperti halnya yang terjadi dalam video ini. Dan semoga, kita senantiasa diberkahi Tuhan jodoh yang baik. Amin ^_^. Kisah selengkapnya, silakan buffering :D